Inovasi Pencitraan Termal : Deteksi Non-Destruktif Antraknosa untuk Stabilitas Mutu dan Hasil Pascapanen Cabai
Antraknosa merupakan salah satu faktor utama penyebab fluktuasi produksi cabai di Indonesia karena menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Deteksi dini terhadap penyakit ini menjadi langkah strategis untuk meminimalkan kerusakan buah sebelum gejala visual berkembang lebih lanjut. Hal ini mendorong tim peneliti dari Prodi Agroteknologi, Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Sipil untuk memanfaatkan citra termal sebagai solusi potensial.
Penelitian ini diketuai oleh Inti Mulyo Arti, S.T.P., M.Sc yang bertanggung jawab dalam bidang Teknologi Pascapanen dibantu oleh Dr. Evan Purnama Ramdan, S.P., M.Si sebagai Anggota 1 yang bertanggung jawab dalam bidang Penyakit Tanaman; Dr. Adinda Nurul Huda Manurung, S.P., M.Si sebagai Anggota 2 yang bertanggung jawab pada bidang Budidaya Tanaman dan Dr. Yogi Permadi, S.Kom., M.T. sebagai Anggota 3 yang bertanggung jawab pada bidang kepakaran Kecerdasan Buatan dan Robotika.
Penelitian dengan judul Pendekatan Termografi Inframerah dalam Pendeteksian Penyakit Antraknosa untuk Optimalisasi Kualitas dan Kuantitas Pascapanen Buah Cabai bertujuan mengevaluasi efektivitas citra termografi inframerah sebagai metode deteksi dini antraknosa pada buah cabai pascapanen sebelum munculnya tanda-tanda visual infeksi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroteknologi, Universitas Gunadarma dengan pengambilan sampel cabai dari petani dan pasar distribusi. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu perekaman citra termal pada buah cabai pascapanen yang menunjukkan indikasi antraknosa di laboratorium serta perekaman citra termografi pada buah cabai di lapangan. Selain analisis pencitraan termal, dilakukan pula pengamatan parameter fisiologis meliputi kenampakan visual kulit, karakteristik warna, susut bobot, total padatan terlarut, pH, dan kadar vitamin C (Gambar 1).

Penelitian ini telah berhasil memperoleh pendaanan dari program Hibah Penelitian Fundamental Reguler (PFR) selama periode 1 tahun pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan suhu permukaan serta perubahan karakter fisiologis pada buah cabai yang terinfeksi antraknosa. Perekaman citra termografi inframerah terbukti mampu mengidentifikasi perubahan suhu secara akurat pada buah terinfeksi, sehingga metode ini berpotensi digunakan sebagai sistem deteksi dini penyakit antraknosa pada cabai. Luaran penelitian yang telah dicapai meliputi artikel ilmiah pada jurnal internasional, pengembangan aplikasi CapsiScan (Gambar 2) dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual.
