Budidaya Tanaman Hortikultura dengan Sistem Organik, Kampus F7 UG

Kegiatan ini berfokus pada budidaya beberapa komoditas tanaman hortikultura yang dikelola dengan sistem organik. Komoditas yang ditanam meliputi kacang panjang, timun, cabai besar, cabai rawit, tomat, terong, kale keriting, bayam brazil, dan selada. Beragamnya jenis tanaman ini memberikan pengalaman dalam mengelola berbagai karakteristik pertumbuhan hortikultura.
Budidaya organik dilakukan berdasarkan prinsip pertanian organik, yaitu seluruh input yang digunakan berasal dari bahan alami tanpa campuran kimia sintetis. Mulai dari pengolahan lahan, persiapan benih, penggunaan pupuk, hingga pestisida, semuanya menggunakan bahan organik. Hal ini bertujuan menjaga kesuburan tanah, keseimbangan ekosistem, serta menghasilkan produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Seluruh tanaman ditanam langsung di lahan yang telah dibuat bedengan untuk mempermudah pengelolaan dan drainase. Beberapa komoditas menerapkan sistem tumpang sari, yaitu penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu area tanam. Sistem ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan, mengurangi risiko serangan hama, serta meningkatkan efisiensi produksi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menerapkan sembilan tahap produksi sebagai acuan pertumbuhan tanaman, yaitu tahap benih, bibit, tanam, tumbuh, bunga, bakal buah, buah, matang, dan panen. Setiap tahap diamati dan dikelola dengan baik untuk memastikan tanaman berkembang optimal hingga menghasilkan produk yang siap dipanen. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan budidaya hortikultura organik dapat menghasilkan produk berkualitas serta mendukung pertanian berkelanjutan.