Budidaya Tanaman Kembang Kol dan Tomat dengan Metode Tumpang Sari oleh Mahasiswa Agroteknologi Universitas Gunadarma (4IE01)
Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Gunadarma kelas 4IE01 melaksanakan kegiatan budidaya tanaman kembang kol dan tomat menggunakan metode tumpang sari sebagai bagian dari praktik lapangan dan penerapan dari Mata Kuliah Organic Farming. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak November 2025 hingga Januari 2026.
Kegiatan budidaya ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan produk hortikultura, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai teknik budidaya, manajemen pemupukan, serta pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan
Konsep Tumpang Sari dalam Budidaya Hortikultura
Metode tumpang sari merupakan teknik penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam satu lahan dan waktu yang bersamaan. Sistem ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya yaitu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mengoptimalkan penyerapan unsur hara, mengurangi risiko kegagalan panen, menekan pertumbuhan gulma, dan meningkatkan keanekaragaman hayati di lahan budidaya.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memadukan kembang kol (Brassica oleracea var. botrytis) dan tomat (Solanum lycopersicum). Kombinasi ini dipilih karena memiliki karakter pertumbuhan yang berbeda namun saling melengkapi. Kembang kol tumbuh relatif kompak dengan tajuk sedang, sementara tomat memiliki pertumbuhan vertikal dan membutuhkan ruang rambat, sehingga keduanya dapat ditanam secara bersamaan tanpa kompetisi berlebihan jika diatur dengan jarak tanam yang tepat.
Kegiatan budidaya meliputi :
1. Persiapan Lahan

Mahasiswa melakukan pengolahan tanah untuk memperbaiki struktur tanah agar gembur dan memiliki aerasi yang baik. Tahap ini penting untuk mendukung pertumbuhan akar dan penyerapan unsur hara secara optimal.
2. Penanaman

Bibit kembang kol dan tomat yang telah disemai kemudian dipindahkan ke lahan tanam. Pengaturan jarak tanam diperhatikan agar kedua tanaman dapat tumbuh optimal tanpa saling menghambat.
3. Perlakuan Pemupukan

Selama masa budidaya, mahasiswa memberikan perlakuan berupa: Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Guano. Pemupukan dilakukan secara rutin satu kali setiap minggu.
Manfaat Pupuk Organik Cair (POC)
POC berperan dalam menyediakan unsur hara makro dan mikro, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, memperbaiki kesuburan dan struktur tanah.
Manfaat Pupuk Guano
Guano dikenal kaya akan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang sangat penting untuk pertumbuhan vegetatif tanaman, pembentukan bunga dan buah, meningkatkan kualitas hasil panen Penggunaan pupuk organik ini juga mendukung prinsip pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
4. Pemeliharaan Tanaman
Agar pertumbuhan tanaman optimal, mahasiswa melakukan pemeliharaan secara rutin yang meliputi:
- Sanitasi Lahan : Membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman yang berpotensi menjadi sumber hama dan penyakit. Sanitasi penting untuk menjaga kesehatan lingkungan tumbuh tanaman.
- Penyiraman : Dilakukan sesuai kebutuhan tanaman untuk menjaga kelembapan tanah tetap stabil, terutama pada fase awal pertumbuhan dan pembentukan bunga serta buah.
- Pemangkasan : Pada tanaman tomat, pemangkasan dilakukan untuk mengurangi cabang yang tidak produktif, mengoptimalkan distribusi nutrisi, meningkatkan sirkulasi udara, mengurangi risiko serangan penyakit.
- Sementara pada kembang kol, pemeliharaan difokuskan pada menjaga daun pelindung agar bunga (curd) tetap terlindungi dan berkembang dengan baik.
Hasil dan Manfaat Kegiatan selama tiga bulan pelaksanaan, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola sistem budidaya hortikultura berbasis tumpang sari. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai:
- Interaksi antar tanaman dalam satu lahan
- Efektivitas pemupukan organik
- Manajemen pemeliharaan tanaman
- Tantangan budidaya di lapangan
- Selain itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama tim, ketelitian dalam pengamatan pertumbuhan tanaman, serta kemampuan analisis terhadap perkembangan vegetatif dan generatif tanaman.