Universitas Gunadarma pada hari Kamis, 21 Maret 2019 telah menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema The Contribution of Data Science and Analytics to Provide a Better Data Understanding. Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama Universitas Gunadarma dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Boras University Swedia. Seminar dibuka oleh Prof. Dr. Didin Mukodim sekaligus memberikan sambutannya dan diserahkan langsung ke Dr. Avinanta Tarigan selaku moderator di seminar ini.

Pembicara pertama  Gideon Mbiydzenuy yang merupakan perwakilan dari Boras University Swedia. Pada kesempatan ini Gideon Mbiydzenuy membahas tentang apa itu Data Science and Analytic (DSA), menjelaskan bahwa saat ini DSA menjadi salah satu topik yang sedang diteliti banyak ilmuwan di bidang computer science. Secara umum DSA dapat digunakan untuk mencari pola atau tujuan khusus yang didapatkan dari sebuah data yang besar. Salah satu penelitian Gideon Mbiydzenuy adalah menggunakan DSA untuk predictive maintenance, yaitu memprediksikan kapan dan dimana sebuah perbaikan atau pemeliharaan akan terjadi, berdasarkan data dari suatu perusahaan. Gideon Mbiydzenuy juga menjelaskan bahwa profesi Data Scientist menjadi salah satu profesi dengan gaji yang lumayan tinggi. Profesi ini dikatakan baru karena baru tersedia di sekitar tahun 2010-an dan menjelaskan ada beberapa algoritma tertentu yang cocok untuk menganalisis data dengan tipe data tertentu.

Dilanjutkan dengan Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi, Yudianto, SKM., MSI yang mewakili PUSDATIN Kemenkes RI yang menjelaskan tentang banyaknya data yang disimpan oleh kemenkes. Data tersebut didapatkan dari ratusan aplikasi yang telah dibuat oleh kemenkes. Menjelaskan kerumitan aplikasi selain dari sisi teknis, juga dari sisi non-teknis. Kendala non teknis seperti otonomi daerah yang memungkinkan kepala daerah memiliki kepentingan tersendiri mengenai kesehatan, dengan kata lain ketidakmampuan pemerintah pusat untuk mengontrol secara langsung kebijakan kesehatan di level propinsi, kota maupun kabupaten.

Menurut Dr. dr. Matrisya Hermita proses peradaban manusia, dari peradaban 1.0 yaitu dimana manusia pra sejarah hidup secara nomaden, dalam kehidupan nomaden manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara berburu, kemudian mulai menetap dan beternak. Saat ini manusia memasukin era industry 4.0, dimana internet menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam hidup manusia. Pada kesempatan ini juga menjelaskan pentingan disiplin ilmu yang lain, seperti ilmu psikologi untuk menganalisis data. Memberikan pandangan agar lebih memahami sebuah data, atau data yang sudah diolah, diperlukan sudut pandang yang lain, agar kesimpulan yang ditarik bisa lebih baik lagi.

Dr. Andreas Hadiyono menjadi pembicara terakhir yang menjelaskan kenapa pada zaman belakangan ini, muncul istilah Big Data. Di kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa menyadari bergelut dengan data, saat jalan-jalan mengambil foto, kemudian diupload ke media sosial atau memberikan komentar di media sosial bahkan sampai dengan transaksi atau belanja hal tersebut merupakan contoh bahwa kehidupan ini tidak jauh dari data. Sehingga setiap harinya data itu digenerate atau direkam baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur sehingga menjadi data yang sangat besar (Big Data). Data yang sangat besar inilah yang memberikan impact yang sangat besar pula dalam mengambil keputusan negara untuk mengeluarkan sebuah kebijakan atau peraturan. Pada kesempatan ini pula diberikan contoh aplikasi yang telah dibuat oleh Universitas Gunadarma bekerjasama dengan kemenkes RI.

Peserta seminar , mahasiswa dan dosen universitas Gunadarma yang hampir memenuhi Auditorium Kampus Cikunir diberikan  kesempatan untuk bertanya kepada para pembicara, setelah lima pertanyaan dijawab oleh para pembicara, acara seminar inipun ditutup langsung oleh moderator.