Mempertahankan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dari Degradasi Moral Bangsa

Indonesia negeri zambrud khatulistiwa, terdiri dari beribu kepulauan dari sabang sampai merauke. Terbentang samudera luas sebagai bukti kemegahan yang menghubungkan berbagai macam kepulauan di Nusantara. Memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, keberagaman adat budaya, serta berbagai macam bahasa.  Karena itulah Indonesia menjunjung tinggi nilai persatuan dengan slogan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu jua, walaupun Indonesia terdiri dari berbagai macam kepulauan serta adat dan budayanya namun bisa bersatu dengan berlandaskan nilai persatuan yang dapat dijumpai dari ideologi bangsa, yaitu pancasila.

Pancasila merupakan salah satu anugerah terindah yang telah tuhan berikan kepada bangsa Indonesia melalui pemikiran-pemikiran jenius para pendiri bangsa dahulu kala. Indonesia dicerminkan sebagai bangsa yang ramah dan santun di mata dunia. Itu artinya hal tersebut berbicara dari sudut pandang moral bangsa dan jika berbicara tentang moral, terdapat korelasinya dengan salah satu sila pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kemudian kami mencoba mencari tahu tentang berbagai macam sudut pandang dari beberapa kalangan masyarakat mengenai degradasi moral bangsa yang sedang melanda di negeri ini. Adapun beberapa contoh nyata yang dapat kita jumpai semisal akhir-akhir ini masyarakat Indonesia mudah sekali terpancing oleh isu-isu keagamaan dan politik yang beredar di masyarakat dan berpotensi besar memecah belah bangsa. Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia telah mulai kehilangan sikap toleransi dan kearifan lokal dalam mengonsumsi informasi-informasi yang beredar di masyarakat.

Jika sila kemanusiaan yang adil dan beradab hanya dapat diucapkan tapi tak mampu kita realisasikan nilai-nilainya, kemungkinan besar bangsa Indonesia akan benar-benar kehilangan identitas dan jati diri bangsanya di masa yang akan datang. Bahkan predikat sebagai bangsa yang ramah dan santun hanya akan menjadi bagian dari cerita sejarah bangsa yang tidak dapat dirasakan generasi-generasi selanjutnya di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, kita masih dapat mencegah sebelum masa itu benar-benar terjadi dengan cara menerapkan kembali nilai-nilai pancasila dan mengembalikan identitas bangsa kita sebagai bangsa yang ramah, santun, saling menghormati perbedaan pendapat, toleransi, tenggang rasa dan mencintai segala jenis perbedaan. Bangsa Indonesia telah diberikan anugerah oleh tuhan yang maha kuasa berupa perbedaan-perbedaan yang dapat menyatukan, maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya hanya perlu bertugas menjaga agar anugerah dari tuhan yang maha kuasa itu tetap dan akan selalu ada di negeri kita tercinta ini.

Post Your Thoughts


dua − = 1