Materi

MATERI PRAKTIKUM ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA

Pertemuan Ke-

Materi Praktikum

Penjelasan

1.

Jam Henti

Pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktu-waktu kerjanya baik setiap elemen ataupun siklus dengan menggunakan alat-alat yang telah disiapkan (Sutalaksana, 2006). Output dari modul Jam Henti adalah mengetahui uji keseragaman data, uji kecukupan data, serta waktu baku menggunakan faktor penyesuaian dengan metode shumard dan Westinghouse dari pekerjaan operator.

2.

Sampling Pekerjaan

Sampling atau dengan Work Sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja terhadap mesin, proses dan pekerja. Output dari modul Sampling Pekerjaan adalah mengetahui presentase produktif dan non produktif dari kedua operator, uji kecukupan data, uji keseragaman data, serta waktu baku menggunakan faktor penyesuaian dengan metode shumard dan Westinghouse dari pekerjaan kedua operator.

3.

Peta Kerja

Peta-peta kerja adalah salah satu alat yang secara sistematis digunakan untuk mengumpulakan informasi dari sistem kerja dan untuk berkomunikasi secara luas. Output dari modul Peta-Peta Kerja adalah mengetahui urutan-urutan proses pada peta-peta kerja produk, mengetahui bahan, alat dan mesin yang digunakan dalam proses pembuatan produk, mengetahui total waktu pembuatan produk, mengetahui peta kerja setempat dan peta kerja keseluruhan dari pembuatan produk.

4.

 

Method Time Measurement-1 (MTM-1)

 

MTM-1 ini merupakan salah satu solusi yang baik, karena metode ini mempunyai keunggulan pre-determineded artinya metoda ini dapat mendeteksi waktu penyelesaian suatu pekerjaan dalam suatu metoda yang diusulkan sebagai alternatif, sebelum metoda kerja tersebut diterapkan atau dijalankan (Ainul, 2014). Output yang dihasilkan dari modul MTM-1 adalah mengetahui elemen-elemen gerakan, waktu yang dibutuhkan,tabel kelonggaran, dan tabel rangkuman, perbaikan elemen-elemen dasar yang dilakukan oleh operator, waktu yang dibutuhkan dalam perakitan produk.

 

 

 

MATERI PRAKTIKUM PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 2

Pertemuan Ke-

Materi Praktikum

Penjelasan

1.

Penurunan Konsep

Penurunan Konsep adalah metode yang  dilakukan agar didapatkan alternatife-alternatif konsep yang dikembangkan. Penurunan konsep dilakukan dengan pohon klasifikasi dan table kombinasi. Konsep yang diturun kan berasal dari  Rancangan HOQ (House of Quality) yang sudah dbuat sebelumnya.

2.

Pemilihan Konsep

Pemilihan konsep atau seleksi konsep merupakan proses menilai konsep dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kriteria lain, membandingkan kekuatan dan kelemahan relatif dari konsep, dan memilih satu atau lebih konsep untuk penyelidikan, pengujian, dan pengembangan selanjutnya. Banyak tahapan proses pengembangan diuntungkan oleh kreativitas yang tak terbatas dan pemikiran yang menyebar (Ulrich, 2001).

3.

Desain Konsep

Desain Konsep adalah usaha melakukan visualisasi terhadap konsep yang sudah terpilih. Desain konsep menggunakan bantuan software CATIA ini dapat membantu dalam proses desain, rekayasa dan manufaktur yang prosesnya dilakukan secara digital.

4. 

Peta Kerja 

Peta Kerja adalah alat sistematis untuk mengumpulkan semua fakta, yang kemudian dengan mengemukakannya dalam bentuk peta-peta kerja fakta-fakta ini dikomunikasikan kepada orang lain dengan sistematis dan jelas. Suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas atau biasanya kerja produksi disebut peta kerja (Sutalaksana, 2006).

5. 

Design Tooling 

Design tooling menurut Hoffman (1996) adalah sebuah proses mendesain dan mengembangkan tools atau alat dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas manufaktur. Industri membutuhkan mesin dan tool atau alat khusus untuk memproduksi produk berkualitas tinggi dalam volume yang besar dan kecepatan produksi yang tinggi (Wijaya, 2013).

6. 

Peta Kerja Usulan

Peta kerja usulan adalah alat untuk menggambarkan kegiatan kerja yang sudah dilakukan perbaikan berdasarkan analisis keadaan. Analisis keadaan sekarang dari sistem-sistem kerja yang dipetakan harus dilakukan untuk mencari kelemahan-kelemahan yang kemudian akan dikoreksi dengan tujuan untuk mendapatkan rancangan yang lebih baik.