Profil

Program Studi Teknik Industri didirikan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 92/Kep/Dikti/1996, tertanggal  3 April 1996 dan bernaung di bawah Fakultas Teknologi Industri. Menurut perkembangannya, Program Studi Teknik Industri sudah menjalani proses aktreditasi sebanyak 5 kali, yaitu pertama kali pada tahun 2001 dengan hasil “B”, selanjutnya pada tahun 2006 dengan hasil yang lebih baik- yaitu peringkat “A”, begitu pula untuk tahun 2011.  Program Studi Teknik industri memperoleh Status Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan peringkat A dengan nilai  384 di tahun 2006. Kurikulum disusun berdasarkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi, berpedoman pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Presiden No. 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Peraturan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pedoman Pengembangan Kurikulum Fakultas Teknologi Industri yang telah disahkan dengan SK Rektor No. 625.3/SK/REK/UG/ 2015, Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2016, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

Program Studi Teknik Industri juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa untuk memiliki daya saing yang tinggi dengan mengikuti kursus pembekalan keahlian yang dilengkapi sertifikat yaitu Ergonomics Design and Analysis With RULA (Basic), Product Design Using CATIA  (Basic Level). Pembekalan juga dilengkapi dengan Workshop Quality Function Deployment Designer Versi 5, Creating Simulation Using Promodel Software. Sertifikasi Keahlian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui ujian sertifikasi keahlian yang dilaksanakan di Lembaga Sertifikasi Profesi Gunadarma untuk skema Pengendalian Kualitas Sistem Manufaktur, yang merujuk pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP.128 Tahun 2015 tanggal 26 Maret 2015 dan Nomor KEP.136 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Kerja nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknik Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Bidang Sistem Manufaktur.

Instansi Pemerintah dan lembaga yang telah bekerjasama dengan program Teknik Industri diantaranya adalah Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah Kota Serang, Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara, Pemerintah Daerah Kota Depok, ISTMI, BKSTI, BKTI PII, dan BNSP. Beberapa asosial profesi pun sudah melakukan kerjasama termasuk dalam pengembangan skema sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSP Universitas Gunadarma yang telah memperoleh lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Program Teknik Industri juga bekerjasama dengan perguruan Tinggi antara lain Universitas Trisakti, Universitas Atmajaya Jakarta, Universitas Esa Unggul, Universitas Pasundan Bandung, Universitas Al Azhar Jakarta, Universitas Petra Surabaya, Universitas Parahyangan Bandung, Universitas NU Indonesia, Universitas Flores, Universitas Nusa Nipa, Universitas Gunung Rinjani, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Indonesia. Kerjasama dengan perusahaan-perusahaan antara lain seperti PT. Krakatau Steel, PT Ultra Jaya, PT Sinar Sosro, PT Astra Honda Motor, PT ISM Bogasari, PT. IMO, PT Inti Ganda Pratama (Astra  Group), dan PT. Nusantara Secom Infotech, PT. YKK.