Regen Village, Konsep Kota Cerdas Futuristik

almere-1

Sumber gambar dari sini

Kota cerdas (smart city) bukan sebatas penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh pemerintahan dan masyarakat kotanya saja. Kota cerdas harus bisa mengelola sumber daya perkotaan, baik manusia dan sumber daya alam, secara berkelanjutan dan dapat memberikan dampak terhadap kualitas kehidupan masyarakatnya. Harus diakui memang ada perbedaan mengenai definisi tentang kota cerdas secara konseptual.

Pejabat pemda di Indonesia kadang mengklaim bahwa kotanya tergolong kota cerdas karena semua layanan pemerintahannya sudah berbasis TIK atau serba digital. Namun di sisi lain, kota tersebut masih menghadapi masalah lingkungan seperti sampah, banjir, atau masalah sosial ketika sebagian penduduknya tergolong kurang beruntung secara finansial atau tinggal di rumah kumuh yang tidak higienis.

Kita kesampingkan dulu perbedaan mengenai definisi kota cerdas tersebut. Dalam tataran empiris, kota seperti apa yang boleh menyandang kota cerdas? Mungkinkah penduduk sebuah kota begitu nyaman dan aman dengan berbagai aspek kehidupannya? Bisakah sebuah kota mencukupi  segala kebutuhannya secara mandiri tanpa khawatir menghadapi kelangkaan makanan, krisis energi, atau masalah  sampah?

Sebagian jawabannya mungkin bisa ditemukan ketika tim Universitas Gunadarma menyempatkan diri berjunjung ke Kota Almere. Kunjungan dadakan tersebut tercetus karena melihat konsep atau rencana pengembangan Regen Village di Almere, sekitar 34 km dari Amsterdam ke arah timur.

 regen-village-map

Tim UG mencoba mencari lokasi Regen Village pada tanggal 1 Desember 2016 setelah mendapat informasi awal di websitenya. Konsep pengembangan kota cedasnya sangat menarik dan futuristik. Menurut informasi dari websitenya, Regen Village rencananya dibangun pada lahan seluas 15450 meter persegi. Lahan seluas itu sudah dirancang khusus agar kampung tersebut dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

Tata ruang seluas 15 ribu meter (gambar dari sini)

Tata ruang seluas 15 ribu meter (gambar dari sini)

Pada tahap pertama, 100 rumah akan dibangun dengan konsep rumah cerdas yang dapat memenuhi semua sumber dayanya, mulai dari pangan sampai energi, termasuk pengolahan limbah rumah tangganya. 25 rumah di antaranya akan diintegrasikan dengan menggunakan teknologi. Istilah dari pengembangnya, konsep tersebut disebut  Tech-Integrated and Regenerative Residential Real Estate Development.

Disain 25 rumah yang terintegrasi

Disain 25 rumah yang terintegrasi (gambar diambil dari sini)

Disain futuristik dapat dilihat dari disain rumah yang memungkinkan dibangun vertical farming dengan memanfaatkan teknologi hidroponik dan aeroponik. Smart farming untuk perkotaan tersebut ditempatkan di atap rumah, ruang kosong di sekitar dinding berkaca, dan bahkan di ruang publik dengan berbagai tanaman yang dikelola dengan menerapkan precision farming. Budidaya tanamannya mempertimbangkan keragaman hayati (biodiversity), termasuk karakteristik tanaman sesuai dengan zona iklimnya.

Sarat dengan vertical farming dan smart farming (gambar diambil dari sini)

Greenhouse yang sarat dengan vertical farming dan smart farming (gambar diambil dari sini)

Pasokan energi pun direncanakan secara mandiri dengan memanfaatkan energi terbarukan. Panel surya di bangunan pun mendominasi kampung tersebut. Angin dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Kincir angin pun menjadi pemandangan biasa namun tetap ditata menjadi lebih artistik. Sampah rumah tangga diolah menjadi biomass yang dapat menghasilkan energi pula. Setiap tipe rumah dilengkapi dengan green house skala rumah tangga sehingga setiap keluarga bisa memanfaatkan lahan dan ruang rumahnya untuk produksi tanaman.

disain rumah yang dilengkapi dengan green house (gambar dari sini)

Disain semua tipe rumah dilengkapi dengan green house (gambar dari sini)

Semua gambaran ideal tersebut dijelaskan dalam rencana induk pengembangan Regen Village. Kami makin penasaran dengan konsepnya yang memang sangat ideal. Kami pun mulai membayangkan seperti apa kampung cerdas tersebut nantinya. Setiap ruang dan sudut kota sudah ditata sedemikian rupa sesuai peruntukkannya yang memungkinkan kota tersebut dapat mencukupi semua jenis sumber daya. Alokasi lahannya mencakup ruang terbuka hijau, infrastruktur perkotaan, ruang sosial, produksi tanaman, serts zona berbagai iklim.

Tata letak dan peruntukkannya (gambar dari sini)

Tata letak dan peruntukkannya (gambar dari sini)

Terbayang nanti jika melewati gerbang utama kompleks perumahannya, tampaklah sederatan rumah-rumah dengan disain futuristik. Mungkin terlihat aneh bagi orang-orang yang terbiasa menempati atau melihat rumah konvensional yang dikeliling pagar tinggi, ditopang  tembok beton yang kokoh, dan ditutupi genting bergelombang dengan aneka corak dan warna. Kami melihat deretan rumah di Regen Village seperti mainan atau bak di film fiksi ilmiah ber-setting masa depan.

Desain lanskap halaman rumah (gambar dari sini)

Desain lanskap halaman rumah (gambar dari sini)

Mungkin inilah masa depan kota yang baru mau dibangun tahun 2016. Jika melihat master plan-nya, kota ini nanti layak menyandang kota cerdas yang semua kebutuhan masyarakatnya dipenuhi sendiri dan mandiri. Ini bukan klaim sepihak, namun berdasarkan pengakuan dari berbagai lembaga, dan salah satunya memperoleh nominasi Global Solutions Award  dari Singularity University yang berbasis di Silicon Valley.

Rumah mandiri untuk keluarga dengan 3 orang (gambar dari sini)

Rumah mandiri untuk keluarga dengan 3 orang (gambar dari sini)

Sayangnya, semua itu baru sebatas konsep. Pembangunan 100 rumah pertama pun baru ground braking pada pertengahan 2016. Kami sempet kebingungan dengan lokasi persisnya. Pemandu lokal dan supir yang mengantar pun ikut kebingungan untuk mencapai lokasi persisnya meski sudah diketahui titik koordinatnya. Kami hanya mendapat informasi sekilas dari pihak pemda sana, melalui supir, bahwa Regen Village baru pada tahap pengembangan awal.

Dan akhirmya kami berhenti di lahan luas hasil reklamasi baru. Konon disinilah Kota Cerdas Masa Depan akan dibangun.

(Foto bhermana)

(Foto bhermana)

(Foto bhermana)

(Foto bhermana)

Amsterdam, 1 Desember 2016

Referensi

Website Regen village

Project Description – Regen Village

Tulisan Terkait:

Madurodam, Kisah Kasih Orangtua

Atomium, Dari Simbol Atom Jadi Bangunan Ikonik

Taman Mini Eropa

Jejak Indonesia di Kebun Botani Leiden

There are 3 comments

Post Your Thoughts


empat × 3 =