Madurodam, Kisah Kasih Orangtua

20161201_103349

(Foto bhermana)

Madurodam diambil dari nama seorang mahasiswa yang menuntut ilmu hukum di Leiden.  George Maduro, namanya. Keluarganya berasal dari Curacao, sebuah pulau di laut Karibia yang masuk kekuasaan Belanda. Ketika itu, Perang Dunia II sedang berkecamuk. George pun tergabung dalam pasukan cadangan untuk menghalau tentara Jerman yang menginvasi Belanda. Singkat cerita, George beberapa kali ditangkap dan dimasukkan ke kamp konsentrasi Dachau. Sang mahasiswa itupun akhirnya meninggal karena sakit tipus pada tahun 1945, beberapa saat sebelum pembebasan Belanda dari cengkraman Jerman.

20161201_114517

(Foto bhermana)

Orangtuanya akhirnya memutuskan untuk membuat monumen untuk mengenang kisah heroik anaknya. Harapannya, monumen tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana sosial untuk menanggulangi anak-anak yang mengidap penyakit. Asa orangtua tersebut akhirnya terwujudkan setelah bertemu dengan Boon-van der Starp, yang disebut sebagai perancang Madurodam. Akhirnya, taman dengan bangunan serba mini tersebut dibuka pertama kalinya pada tahun 1952.

20161201_111228

(Foto bhermana)

Kini Madurodam menjadi salah satu ikon negeri kincir angin. Taman yang terletak di Den Haag tersebut menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung di Belanda. Taman dengan luas sekitar 18 ribu meter persegi tersebut tepatnya terletak di Scheveningen, berjarak 58 kilometer dari Amsterdam ke arah Barat Laut, atau kurang dari 20 kilometer dari Leiden ke arah yang sama. Jarak dari Amsterdam ke lokasi  Madurodam dapat ditempuh dengan kereta hanya sekitar satu jam saja.

2016-11-21_183529

madurodam12

Madurodam menunjukkan sejarah, identitas, dan perkembangan Belanda, mulai dari dulu sampai kini. Miniatur berbagai bangunan dibuat dengan skala 1:25. Artinya, Bangunan sesungguhnya berukuran 25 kali dari ukuran miniatur yang ada di Madurodam. Kita pun bak raksasa yang berjalan-jalan negeri liliput.

20161201_104727

(Foto bhermana)

 

20161201_110302

(Foto bhermana)

20161201_110321

(Foto bhermana)

Pesona Tiga Zona

Wilayah Madorudam dibagi dalam  3 tema, yaitu Pusat Kota (City Centre), Dunia Air (Water World), dan Pulau Inovasi (Innovation Island). Tema Pusat Kota menunjukkan bagaimana Belanda mengalami perkembangan dari kota tua sampai menjadi seperti saat ini sebagai negara yang eksentrik, atraktif, dan inovatif. Kita pun dapat mengetahui jejak atau alur sejarah  dari setiap jalan, lapangan dan bangunan yang ada di area City Centre ini.  Menjelajah wilayah ini seolah merekam perkembangan Belanda dari dulu hingga kini.

Tema kedua, Water World, memperlihatkan Belanda yang terkenal dengan kanal dan bendungannya. Alur kanal terlihat serba teratur. Kincir Air mungil di sisi kanal pun terpajang dan berputar otomatis di sana. Perahu kecil terlihat hilir mudik  menyusuri kanal yang membelah kota. Keramaian dan hiruk pikuk pelabuhan Rotterdam pun tersaji dalam bentuk miniatur. Tidak ketinggalan, tanggul raksasa Maasvlakte Seawall di Rotterdam. Tanggul raksasa tersebut menjadi salah satu benchmark untuk  National Capital Integrated Coastal Develpoment (NCICD), atau Giant Sea Wall, yang katanya akan dibangun di utara Jakarta.

Tema Innovation Island dirancang untuk menunjukkan Belanda yang menginsipirasi dunia. Tema ini menunjukkan kekuatan inovasi dan semangat wirausaha sebagai modal utama Belanda untuk tampil di kancah dunia. Ragam keunggulan di bidang arsitektur, logistik, hiburan, olahraga, dan rancangan pun terekam di wilayah ini. Keunggulan teknologi tersebut berbaur dengan prilaku, norma, dan sosial budaya masyarakatnya yang mengekspresikan modernitas Belanda.

 Haag, 1 Desember 2016

 

Tulisan Terkait:

Regen Village, Konsep Kota Cerdas Futuristik

Atomium, Dari Simbol Atom Jadi Bangunan Ikonik

Taman Mini Eropa

Jejak Indonesia di Kebun Botani Leiden

There are 3 comments

Post Your Thoughts


6 − = nol