Jejak Indonesia di Kebun Botani Leiden

hortus-leiden-map

Setelah mengunjungi Madurodam di Scheveningen, Tim UG melanjutkan perjalanan ke arah timur laut sejauh 19km. Setelah setengah jam perjalanan dengan mobil, kami tiba di Hortus Botanicus. Kebun tersebut terletak  di halaman kampus tertua di Belanda, yakni Universitas Leiden yang didirikan tahun 1575. Tanaman asal Indonesia pun menjadi koleksi di kebun dengan jumlah koleksi lebih dari 60 ribu jenis tanaman. Salah satunya “Bunga Bangkai Raksasa ” atau Amorphophallus titanum dari Sumatera  yang termasuk koleksi paling berharga di  Hortus Botanicus Leiden.

hortus-leiden-1

Sekilas Sejarah

Gerbang Utama Kebun Botani Leiden

Gerbang Utama Kebun Botani Leiden

Hortus Botanicus Leiden termasuk kebun botani tertua di dunia. Kebun tersebut yang dikembangkan oleh Universitas Leiden pada tahun 1590. Dirangkum dari sini, Pada tahun 1587 Universitas Leiden yang belum lama berdiri saat itu mengusulkan ke dewan Leiden untuk mendirikan kebun botani di sebidang tanah kosong yang terletak di belakang gedung kampus.  Usulan tersebut disetujui tiga tahun kemudian, yang salah satu syaratnya adalah kebun tersebut terbuka untuk umum, selain untuk sarana pendidikan dan penelitian. Ahli botani Carolus Clusius ditunjuk sebagai kepala proyek pendirian kebun.

Glasshouse (dok.bhermana)

Glasshouse (dok.bhermana)

Koleksi tanaman tropis di glasshouse (dok. Bhermana)

Koleksi tanaman tropis di glasshouse (dok. Bhermana)

Clusius, yang sebenarnya berlatar belakang hukum dan kedokteran ini, inilah yang mulai mengumpulkan koleksi tenaman, termasuk koleksi pribadinya. Dengan memanfaatkan sebidang tanah dengan luas 35 x 40 meters, Clusius berhasil menanam 1000 jenis tanaman ketika itu. Pengkoleksian tanaman tropis dan subtropis terus dilanjutkan oleh penerus Clasius, yang sebagian besar berlatar belakang kedokteran atau apoteker. Hal tersebut bisa dimaklumi karena pada masa itu obat-obatan banyak yang diracik dari berbagai tanaman.

Koleksi Anggrek di Glasshouse (dok. Bhermana)

Koleksi Anggrek di Glasshouse (dok. Bhermana)

Herman Boerhaave  mulai membuat katalog semua tanaman yang ada di kebun,  selain menanam tanaman baru dan mempublikasikan koleksinya di dunia akademisi. Jumlah koleksi semakin meningkat pada masa  Philipp Franz von Siebold, seorang dokter yang perah bekerja di VOC dan ditempatkan di Jepang. Tanaman asal jepang pun dikoleksi dan dikirimkan ke Leiden untuk ditanam di Hortus Botanicus. Kontribusi VOC relatif penting dalam menambah koleksi tanaman yang diperoleh dari berbagai negeri jajahan ketika itu, termasuk Indonesia.

Pisang dan tanaman tropis lainnya (dok. Bhermana)

Pisang dan tanaman tropis lainnya (dok. Bhermana)

Kebun terus dikembangkan dengan berbagai sarana dan prasarana pendukungnya. Rumah kaca pertama didirikan pada paruh kedua abad ke-17.  Koleksi jeruk yang fenomenal mulai dibuat dari tahun 1740 sampai 1744. Kebun pun terus diperluas pada tahun 1736 dan 1817. Pada tahun 1857, sebagian kebun dimanfaatkan untuk Observatori yang dikelola oleh Universitas Leiden. Kini luas kebun tersebut sekitar 3 hektar. Kecil memang, tapi jumlah koleksinya sudah lebih dari 60 ribu, beberapa di antaranya berusia ratusan tahun dan termasuk tanaman langka.

Pohon berusia ratusan tahun

Pohon berusia ratusan tahun

Disain Kebun

Pada awal perkembangannya, disain kebun berupa 4 kuadran yang terbagi-bagi dalam beberapa  petak besar berupa persegi panjang. Setiap petak tersebut dibagi-bagi lagi menjadi petak yang lebih kecil. Pada petak kecil itulah berbagai jenis pohon ditanam. Koleksi tanaman pada periode awal terletak di bagian depan kebun saat ini, area tersebut dikenal sebagai Clusius Garden.

Rencana awal kebun (sumber: Universitas Leiden)

Rencana awal kebun (sumber: Universitas Leiden)

Rencana pengembangan gedung tahun 2015 (sumber: Universitas Leiden)

Rencana pengembangan gedung tahun 2015 (sumber: Universitas Leiden)

Clusius Garden (Dok. Bhermana)

Clusius Garden (Dok. Bhermana)

Pada perkembangan berikutnya dibuat di belakang Clusius Garden. Penanaman koleksi pohon pun mulai dibuat tematik, baik berdasarkan karakteristik atau klasifikasinya, maupun berdasarkan asal pohonnya. Zona tersebut adalah, pertama,  Systematic Garden berupa koleksi tanaman yang disusun sedemikan rupa sesuai dengan kedekatan atau kemiripan karaktersitik tanamannya.

Systematic Garden (dok. Bhermana)

Systematic Garden (dok. Bhermana)

Kedua, kebun pakis atau Fern Garden yang didirikan pada tahun 1993.

Koleksi pakis (dok. Bhermana)

Koleksi pakis (dok. Bhermana)

Japanese Garden yang dikembangkan berkat jasa Philipp Franz von Siebold. Tata letak pengembangan zonasi tersebut dapat dilihat pada gambar di atas.

Japanese Garden (dok. Bhermana)

Japanese Garden (dok. Bhermana)

Bunga Sakura di Japaness Garden (dok. Bhermana)

Bunga Sakura di Japaness Garden (dok. Bhermana)

Disain kuadran, petak persegi, dan petak kecil untuk penanaman (dok. Bhermana)

Disain kuadran, petak persegi, dan petak kecil untuk penanaman (dok. Bhermana)

Ragam Koleksi

Kebun Botani mempunyai misi untuk mengelola berbagai koleksi tanaman untuk kegiatan pendidikan dan penelitian, serta untuk kepentingan umum dan rekreasi. Sebagai besar tanaman berasal dari daerah tropis, khususnya wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa tanaman sudah berusia ratusan tahun, dan sebagian tergolong langka atau terancam punah. Tiga koleksi yang dianggap paling berharga adalah (1) Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus titanum) asal Sumatera, (2) Bunga teratai raksasa (Victorica amazonica) asal sungai Amazon, dan (3) Jade Vine (Strongylodon macrobotrys) asal Filipina.

Jade Vine, tanaman rambat berbunga indah

Jade Vine, tanaman rambat berbunga indah

Teratai raksasa asal sungai amazon (dok. Bhermana)

Teratai raksasa asal sungai amazon (dok. Bhermana)

Sekitar 30 pohon sudah berusia ratusan tahun. Pohon tertua di Kebun ini adalah Laburnum (Laburnum anagyroides) yang terletak di sebelah kanan pintu masuk kebun. Pohon tersebut sudah masuk daftar tanaman pada tahun 1601. Bunga Tulip yang berada di sebelah kiri pintu masuk  konon telah ditanam antara tahun 1710 sampai 1720. Pohon tua lainnya adalah pohon rambut gadis jepang (Ginkgo biloba).

Leiden, 1 Desember 2016

Tulisan Terkait:

Madurodam, Kisah Kasih Orangtua

Atomium, Dari Simbol Atom Jadi Bangunan Ikonik

Taman Mini Eropa

Regen Village, Konsep Kota Cerdas Futuristik

There are 4 comments

Post Your Thoughts


× sembilan = 81