Menelisik Masa Depan Listrik

Sektor kelistrikan sedang mengalami transisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di masa lalu, sektor ini dapat menyediakan kelistrikan yang terjangkau, aman, dan andal  dengan menarik investor dengan risiko rendah dan keuntungan yang stabil. Pada dekade terakhir, penurunan signifikan pada biaya teknologi terbarukan, yang bersama dengan penemuan sumber baru gas alam, menawarkan peluang untuk dekarbonisasi sektor ini sembari meningkatkan keamanan energi dan menurunkan ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Itulah saduran bebas dari abstraksi laporan khusus dari World Economic Forum (WEF) mengenai masa depan listrik yang dipublikasikan pada tahun ini.

(Foto dikutip dari laporan The Future of Electricity, World Economic Forum, 2015)

(Foto dikutip dari laporan The Future of Electricity, World Economic Forum, 2015)

Transisi yang sedang terjadi tersebut menunjukkan sektor kelistrikan mempunyai masa depan yang tetap menarik, apalagi listrik menjadi utilitas vital yang menjadi sumber kehidupan. Tidak bisa dibayangkan jika dunia ini tanpa listrik. Apapun jenis teknologi modern saat ini, tidaklah berguna jika tanpa ketersediaan listrik. Listrik menjadi tak tergantikan untuk menjadi kehidupan ini terang benderang dan terus bergerak. Namun sampai kapan listrik tetap menjalankan fungsinya seperti itu?

Daya tarik listrik  memerlukan berbagai syarat agar dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis atau investor, namun di sisi lain tetap terjangkau oleh para pengguna tanpa menimbulkan masalah atau risiko yang tidak diharapkan. Semua pemangku kepentingan kelistrikan perlu membuat berbagai langkah agar sektor kelistrikan dapat menarik investasi. Pertama,  pengambil kebijakan perlu membuat kerangka kebijakan yang efisien, stabil, dan luwes serta mampu memahami ketidakpastian teknologi dan perkembangan ekonomi. Kedua, regulator juga perlu membuat arah yang jelas kepada pasar serta meminimalkan intervensi. Terakhir, Para pebisnis dan investor perlu mendorong inovasi bisnis dan model investasi yang dapat mengamankan investasinya.

Peran 3 pemangku kepetingan kelistrikan (WEF, 2015)

Peran 3 pemangku kepetingan kelistrikan (WEF, 2015)

Itulah syarat versi WEF yang tentunya masih dapat diperdebatkan. Ada kesan syarat-syarat tersebut lebih mengedepankan kepentingan para penanam modal atau cenderung pro pasar, kalau tidak elok disebut kapitalisme di sektor kelistrikan. Namun apalah daya, investasi di sektor kelistrikan memang relatif mahal sehingga tidak mungkin mengandalkan keuangan negara semata. Kita hanya berharap pengambila kebijakan atau regulator, yang dalam hal ini adalah pemerintah, dapat membuat kerangka kebijakan kelistrikan yang dapat terjangkau oleh masyarakat dengan tetap memberikan rasa aman.

 

Post Your Thoughts


5 × tiga =