Suku Kajang, Masyarakat Tanpa Teknologi Modern

Lokasi Suku Kajang berlokasi di kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Tim Ekspedisi UG berkunjung memulai perjalanan dari Bulukumba lalu bergerak ke arah Kabupaten Bone. Tim ekspedisi singgah dahulu di sebuah pertigaan di Kecamatan Tanete untuk menjemput ketua Lembaga Adat setempat di Rumah Besar, persis di depan kantor kecamatan Tanete. Tim selanjutnya memulai perjalanan ke lokasi perkampungan Suku Kajang sekitar pukul 4 sore.

Suku Kajang1

Suku Kajang kono dianggap wilayah yang tidak tersentuh oleh kebudayaan dari luar termasuk teknologi. Suku Kajang tetap percaya dengan alam dan menjaganya tetap lestaru hingga kini. Mereka meyakini bahwa tanah mereka yaitu Tanatoa merupakan pusat bumi. Mereka melindungi alam secara ketat, misalnya larangan memetik buah tanpa izin tetua dan pantang menebang pohon. Meraka membiarkan burung-burung tetap berkicau merdu. Burung pun bebas memakan buah-buahan, dan menjadikannya sebagai penyebar biji-bijinya agar terus tumbuh di hutan lebat yang mendominasi perkampungan Suku Kajang. Jika semua larangan itu dilanggar, hukum adat pun siap digelar dan ditetapkan kepada pelanggar. Sangsinya bervariasi, mulai dari yang ringan berupa denda sejumlah uang sampai hukuman berat yaitu diusir dari masyarakat adat.

Suku Kajang2

[Dikutip dari Tim Ekspedisi Universitas Gunadarma]

Post Your Thoughts


+ delapan = 10