Kebun Percobaan

Unit Kebun Percobaaan merupakan salah satu unit yang mengelola lahan untuk kegiatan penelitian dan praktikum penunjang yang dilaksanakan di lahan. Kebun percobaan yang dimanfaatkan disebut Gunadarma Technopark.

Gunadarma Technopark merupakan kawasan pengembangan pertanian modern Universtas Gunadarma dengan pusat pengembangan seluas 62,5 ha yang dibangun di Desa Jamali-Mulyasari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gunadarma Technopark ini dibangun untuk menjawab tantangan pengembangan pertanian Indonesia secara nonkonvensional dengan menggabungkan semua model kawasan yang mungkin dikembangkan dalam sebuah Agrotechnopark. Aspek pengembangan wilayah/zonasinya tidak hanya menyangkut aspek budidaya tetapi juga teknologi, bisnis, pariwisata, pendidikan, dan konservasi sumber daya pertanian yang terangkum dalam sebuah konsep Agroecoedutourism.


Dengan dibangun dan dikembangkannya Gunadarma Technopark ini diharapkan mampu memberikan nuansa dan stimulus baru bagi pengembangan pertanian Indonesia yang lebih modern. Rencana menuntaskan masalah pertanian di Indonesia yang berorientasi pada pembangunan jangka panjang akan lebih optimal dan akan lebih terorganisir dengan baik. Ruang lingkup kegiatan dalam Gunadarma Technopark meliputi kegiatan pertanian dalam arti luas yang dilaksanakan secara intensif dalam lahan kering dengan dukungan sarana dan prasana yang memadai, termasuk dalam hal ini adalah penyediaan irigasi. Bidang cakupan yang akan dilaksanakan meliputi: 1) Pendidikan; 2) Penelitian, cakupannya teknologi dan sosial ekonomi; dan 3) Pemberdayaan masyarakat tani. Ketiga cakupan tersebut meliputi 9 zona kegiatan, yaitu:


1. Eduzone
2. Agroecoedutourism Zone
, mencakup zona :
a.  Arboretum Plasma Nutfah
b.  Plant Labirin
c.  Mushroom House and Agroculinary

d.  Canopy Bridge
e.  Climatic Biome Dome
f.   Butterfly Garden and Insectarium


3.    Farm factory
a.   Start Up/Spinning Company Zone)
b.   Plant Industry
c.   Cattle Industry
d.   Fishery Industry


4.    Agroforestry Mini Project

b. Stasiun Agribisnis dan Post Harvest Management
c.  Horticulture Zone dan Homestay
4.  Aquatic and Fishery Zone
a.  Aquaculture
b.  Aquaponik
c.  Microhydro Mini Project


5.  Biofarmaka
6.  Integrated Farming Zone

a.  Greenhouse
b.  Net House
c.  Outdor Integrated Farming


7.  Agroscience Zone
a. Laboratorium Survei Tanah dan Evaluasi Lahan
b. Laboratorium Water Management
c. Klinik Tanaman
d. Stasiun Agroklimat dan Agrometadata
e. Warehouse Alsintan
f.  Environmental Control System Farming
g. Vertical Farming
h. Smart Farming


8.    Pomology Zone
9.    Zero Waste Management System Zone


Selanjutnya pada sembilan (9) zoning kegiatan secara garis besar dikelompokkan 3 kegiatan utama, yaitu:

1.    Edukasi bidang pertanian

Kegiatan ini meliputi kegiatan pendidikan, yaitu peningkatan, penambahan, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dengan kombinasi bidang teknologi informasi sehingga dapat dihasilkan teknologi tepat guna agar dapat dicapai peningkatan produktivitas pertanian. Kegiatan ini mencakup bidang-bidang budidaya tanaman, peternakan, perikanan, pengolahan produk saat panen maupun pasca panen, dan juga pengolahan limbah.

2.    Pengembangan teknologi

Kegiatan ini mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan penelitian berfokus pada pengembangan teknologi pertanian berbasis teknologi informasi. Kegiatan pengabdian ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat tani secara umum dan masyarakat di sekitar secara khusus. Adapun lingkup kegiatannya di antaranya : pembinaan petani baik penyuluhan, pelatihan, dan juga peningkatan ketrampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi yang dikembangkan. Pengembangan teknologi juga mencakup kerjasama dengan instansi lain, baik dengan instansi masyarakat sekitar juga secara nasional dan internasional.

3.    Pengembangan produk berpotensi pasar (profitable product)

Kegiatan ini mencakup produksi produk-produk pertanian dengan kualitas yang tinggi sebagai hasil dari adanya kegiatan pendidikan dan pengembangan teknologi yang dilakukan. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan dalam bentuk produksi pertanian untuk pariwisata, misalnya pada agroecoedutourisme zone.
 
Gunadarma Technopark Cikalong dibangun sebagai bentuk pengelolaan terpadu dari semua disiplin ilmu yang ada di Universitas Gunadarma. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya, Program studi Agroteknologi akan bekerja sama dengan program studi lain di Universitas Gunadarma di beberapa zonasi Agrotechnopark. Hal ini karena beberapa zonasi dan laboratorium memiliki kajian ilmu yang terkait dengan program studi lain. Pengelolaan Stasiun Agribisnis dan Post Harvest Management dan Mushroom House and Agroculinary akan bekerja sama dengan Teknik Industri karena berkaitan dengan pengetahuan bahan dan pengawasan mutu dari bahan pangantersebut. Zonasi Biofarmaka akan dikelola bersama dengan program studi Pendidikan Dokter dan Farmasi karena memiliki nilai kesehatan dan obat. Pengelolaan Eduzone dan Agroecoedutourism Zone akan bekerja sama dengan program studi Teknik Sipil dan Arsitektur karena dapat mempelajari struktur tanah dan bangunan pertanian serta analisis lingkungannya.